Monday, 14 February 2011

Meneladani Rasul Lewat Peringatan Maulid

Jumat, 11 Februari 2011 pukul 16:32:00

rohis
Oleh Indah Wulandari

Forum Remaja Masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia

Sentuhan nuansa berbeda peringatan maulid atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, dipersembahkan oleh Forum Remaja Masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia (FRM UI). Untuk pertama kalinya, perkumpulan mahasiswa Muslim ini menggelar rangkaian acara khusus terkait Maulid Muhammad SAW selama sepekan.
Perhelatan acara yang bertajuk "Muhammad Teladan Bagi Seluruh Umat" tersebut dimulai sejak Jumat (4/2) dan akan berakhir pada Sabtu (12/2) mendatang. Bazar buku dan perlengkapan Muslim di gerbang masuk Masjid Ukhuwah Islamiyah UI, Depok,  menjadi pembuka, diteruskan bedah buku, dan tabligh akbar.


Beragam pembahasan kajian Islami dari berbagai perspektif pun dibuka untuk kalangan umum di luar civitas akademika UI. "Kami memanfaatkan momen ini untuk mensyiarkan Islam serta meneladani Rasulullah," kata salah satu pengurus FRM UI, Betie Febriana, saat ditemui di sela-sela penyelenggaraan acara, Senin (6/2).

Menurut Betie, meski ini merupakan yang perdana, FRM UI berencana untuk menyelenggarakannya secara rutin. Apalagi, cakupannya bersifat luas dan cocok sebagai sarana memperoleh ilmu, terutama mengenai aplikasi agama di tengah masyarakat. Sebab, selama ini, FRM UI lebih banyak mengkaji sistem politik, ekonomi, sosial, dan hukum.

Langkah memperluas cakupan melalui penyelenggaraan peringatan maulid ini, menurut mahasiswi ilmu keperawatan ini, juga sejalan dengan jargon di lembaga yang terbentuk lima tahun lalu itu, yaitu "Bersama Membangun Kehidupan Islam". Sementara itu, bedah buku diawali dengan pembahasan buku Inspiring Love karya Ustaz MR Kurnia.

Bedah buku yang dilakukan pada Senin itu dilanjutkan dengan tabligh akbar oleh mantan rocker, Ustaz Hari Mukti. Dalam tausiyahnya, Hari menyinggung soal keteladanan Muhammad SAW. "Meneladani Nabi Muhammad, bisa dimulai dengan melatih diri untuk tidak riya dan mengungkit amal saleh," ujarnya.

Ini berarti, jelas Hari, ikhlas melaksanakan syariat, mensyiarkan agama serta harus menguasai politik dan ekonomi Islam. Ia menjelaskan kepada ratusan jamaah tabligh akbar bahwa hal itu merupakan fardhu ain. Jadi, bukan hanya shalat yang menjadi fardhu ain bagi Muslim.

Pembahasan lain mengenai sistem ekonomi, politik, dan hukum di zaman kepemimpinan Nabi Muhammad, secara berturut-turut berlangsung pada 8-10 Februari. Pembicara yang hadir adalah Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Ismail Yusanto, pakar politik, Farid Wadjdi, dan pengamat hukum, Abu Zaid.

Pada Jumat (11/2) ini, Menteri Pendidikan Muhammad Nuh, hadir menjadi pembicara soal pembangunan karakter bangsa. Tabligh akbar kembali dihadirkan sebagai acara pamungkas, bertema "Meraih Kesuksesan tanpa Batas" yang mempunyai kaitan dengan Spiritual, Emotional, and Intelectual (SEI) Empowerment.

Mereka yang hadir sebagai pembicara adalah penulis buku SEI Empowerment, Fathuddin Ja'far, dan dosen Fakultas Teknik UI, Misri Gozan. FRM UI ini merupakan forum mahasiswa di bawah DKM Masjid Ukhuwah Islamiyah UI, Depok. Lembaga ini melakukan beragam kegiatan.

Di antaranya adalah kajian bulanan, peringatan hari besar Islam, penyambutan mahasiswa baru, gathering, pelatihan, peringatan Idul Adha, kegiatan bulan Ramadhan, dan  mentoring Islam. ed: ferry kisihandi

http://koran.republika.co.id/koran/52/129021/Meneladani_Rasul_Lewat_Peringatan_Maulid

No comments:

Post a Comment